Inilah Rencana Facebook Pada Virtual Reality | Gadget Androidz
Mohon maaf ada beberapa gambar yang rusak pada postingan. Hal ini masih dalam tahap pengecekan dan akan diperbaiki dengan segera. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Terima kasih, Salam Blogger.

Inilah Rencana Facebook Pada Virtual Reality

Gadgetandroidz.com - Virtual Reality tidak hanya akan menjadi teknologi untuk seorang kutu buku jika Zuckerberg mengembangkannya.

Oculus milik perusahaan Facebook berencana akan menjual movies, video games, dan layanan streaming melalui perangkat virtual reality mereka, dan berusaha untuk membuat perangkat mereka lebih menarik bagi konsumen tingkat menengah, demikian yang perusahaan umumkan selama presentasi di Hollywood akhir pekan lalu

Beberapa Mitra yang berkerja sama antara lain 21st Century Fox Inc. dan Lions Gate Entertainment, Studio dibalik Gone Girl and The Hunger Games, Minecraft dan layanan video game Twitch Interaktif Inc, serta layanan streaming seperti Netflix dan Hulu.

Baca juga: Lima Teknologi Hiburan Masa Kini Yang Harus Anda Ketahui

Facebook bertaruh bahwa Virtual Reality akan menjadi the next main technology dan the next platform komunikasi, sebuah jalan baru bagi orang-orang untuk menonton video, bermain games, dan berbagi sketsa dari kehidupan keseharian mereka. Video sharing telah tumbuh 40 persen di Facebook sejak awal tahun ini, perusahaan jaringan sosial facebook mengatakan pada panggilan laba terbaru, serta perusahaan memperkenalkan video 360 derajat yang bekerjasama dengan Oculus awal pekan ini.

"Hanya dalam beberapa tahun, virtual reality telah beralih dari mimpi fiksi ilmiah ke realitas yang mengagumkan," kata Zuckerberg, CEO Facebook, selama presentasi. "Saat ini kami sedang memasuki zaman keemasan video dan animasi, kebanyakan apa yang orang bagi dan alami bergerak. Setelah video, sekarang saatnya VR"

Zuckerberg memperingatkan bahwa penjualan awal perangkat virtual reality akan lebih kecil karena para konsumen sedang membiasakan diri dengan teknologi baru. Banyak film dan layanan ini akan tersedia pertama kali pada Samsung Electronics Gear headset, yang menggunakan teknologi Oculus.

Samsung meluncurkan versi baru dari headset dengan biaya $ 99, Samsung Mobile Senior Vice President Peter Koo mengatakan akan membantu membawa realitas virtual ke arus utama. Headset Samsung membutuhkan smartphone untuk bekerja.

Facebook akan mulai menjual Oculus Rift, ini merupakan headset virtual reality pertama milik Facebook. Biaya untuk headset ini adalah sekitar $ 1,500, termasuk komputer yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat, menurut cerita baru-baru ini di Vanity Fair. Rift adalah produk yang paling diantisipasi di pasar dan diproyeksikan mencapai hampir $16 billion pada tahun 2020, menurut peneliti MarketsandMarkets.

Penghasilan yang diperoleh Oculus VR tahun lalu yaitu sebesar $2 billion, memacu perusahaan lain untuk mempercepat atau mengembangkan rencana realitas virtual mereka, Seperti Google yang menjual murah Cardboard kit untuk mengubah ponsel menjadi headset, Sony yang bekerja pada sebuah reality headset virtual untuk melengkapi perangkat game PlayStation dan mengatakan akan mulai menjual "PlayStation VR" tahun depan.

Game merupakan hal pertama yang menginspirasi pendiri Oculus yaitu Palmer Luckey untuk mengembangkan perangkat ini. Dia membuat penampilan singkat pekan lalu untuk mengumumkan bahwa Minecraft akan tersedia pada Oculus headset tahun depan.

Pengumuman tersebut juga mengisyaratkan tumbuhnya minat studio Hollywood pada virtual reality. Fox mengatakan Hollywood adalah studio besar pertama untuk menjual film di toko Oculus. Mulai minggu depan, pengguna akan dapat membeli lebih dari 100 film dari studio Hollywood, termasuk Alien dan X-Men: Days of Future Past.

"Kami hanya menggaruk permukaan bagaimana Hollywood dan VR akan merevolusi hiburan dengan menjelajahi cara-cara inovatif untuk mengembangkan pengalaman mendalam sebagai media cerita yang baru," Kata Mike Dunn, presiden 20th Century Fox Home Entertainment, dalam sebuah pernyataan.

2 Responses to "Inilah Rencana Facebook Pada Virtual Reality"